2.10 Miracles of Fasting: Intermittent Fasting

Nellie R. Ortiz

Jika pembaca sudah mulai tertarik dengan rewards Fasting seperti pada postingan saya sebelumnya (2.nine Miracles of Fasting: What is Intermittent & Extended Fasting?), maka mari kita bahas bersama2 mengenai 2 jenis Fasting yang akan menjadi topik utama saya, yang pertama adalah Intermittent Fasting. Apakah Intermittent Fasting itu? Intermittent kalau diterjemahkan […]

Jika pembaca sudah mulai tertarik dengan rewards Fasting seperti pada postingan saya sebelumnya (2.nine Miracles of Fasting: What is Intermittent & Extended Fasting?), maka mari kita bahas bersama2 mengenai 2 jenis Fasting yang akan menjadi topik utama saya, yang pertama adalah Intermittent Fasting.

Apakah Intermittent Fasting itu?

Intermittent kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya berselang. Tetapi kalau Intermittent Fasting diterjemahkan Puasa Berselang, kok rasanya gak pas ya, malah bikin bingung ya 😃. Jadi apa dong?

Intermittent Fasting adalah pola makan yang membatasi waktu makan kita hanya pada jam2 tertentu saja. Jadi jika kebiasaan makan kita selama ini adalah sepanjang hari, dari kita bangun tidur hingga menjelang kita tidur, maka jika kita mengadopsi IF, kita tidak boleh makan seenaknya sepanjang waktu. Kira2 begitu.

Sedari kecil, mungkin pembaca juga demikian, saya dibiasakan untuk harus selalu makan pagi, ini menurut orangtua saya sangat penting, kemudian makan siang dan makan malam. Bahkan kemudian ketika saya tumbuh menjadi remaja, saya sering mendengar perkataan seperti ini: Makan pagi seperti Raja, makan siang seperti Ratu dan makan malam seperti pengemis (Breakfast like A King, Lunch like a Queen and Supper like a Pauper). Hal ini untuk menunjukkan betapa pentingnya makan pagi, dan sedemikian dihindarinya makan malam.

Pada perkembangan hidup saya kemudian, saya bahkan lebih hebat lagi, makan sepanjang hari 😝😝😝. Setiap pagi saya terbiasa makan pagi, kalau tidak, maka akan merasa bersalah, seperti ada yg hilang. Kemudian ketika sudah bekerja, antara makan pagi dan siang, saya ngopi additionally camilan, mantullll… 😝😝😝.

Setelah makan siang dilanjutkan dengan coffee crack additionally camilan lagi, dan setelah pulang kerja sampai dirumah, bukannya makan seperti pengemis, malah makan seperti Raja, karena suasana makan malam bersama keluarga sangat mendukung untuk makan besar.  Setelahnya sekitar pukul 21 – 22, pesan martabak manis atau asin, atau Indomie atau sate.

Bagaimana, serasa kita bersaudara??? 😝😝😝

Mungkin kalau digambarkan dalam periode waktu 24 jam menjadi seperti ini:

Eating all the time

Fiuhhhh… gila yaaa…Tapi ternyata berdasarkan investigate, eighty% menusia seluruh dunia makan sepanjang hari, seperti yang saya lakukan.

Makan sepanjang hari ini ternyata sangat membebani program pencernaan dan pancreas kita sehingga menyebabkannya tidak berfungsi maksimal dan akibatnya tidak menyerap makanan yang kita konsumsi dengan optimum.

Intermittent Fasting menyarankan kita untuk memberikan kesempatan kepada program percernaan dan juga pancreas kita untuk mengolah makanan yang kita konsumsi. Berdasarkan penelitian, secara umum, perlu 6 – 72 jam bagi tubuh untuk memproses seluruh makanan melalui perjalanan panjang di program pencernaan kita. Waktu yang pasti tergantung jumlah dan jenis makanan yang kita konsumsi.

How Long Does It Take To Digest Food?

Oleh karena itu, kita perlu memberikan kesempatan tubuh kita untuk memprosesnya.

Caranya?

Sederhana saja, ya berhentilah untuk memasukkan makanan ke mulut pada jangka waktu tertentu alias Puasa… istirohat mulutnya bro… istirohat… 😝😝😝.

Bahkan pada penelitian lebih jauh ditemukan bahwa memperpanjang periode puasa ternyata membuat tubuh kita memperoleh berbagai rewards, bukan hanya sehat bahkan pula panjang umur. Jadi bukan melulu hanya berurusan dengan sekedar menguruskan, tetapi lebih dari itu yaitu bisa memperpanjang umur.

Berikut beberapa rewards yang bisa pembaca baca lebih element di website DrJockers.com:

How IF Can help you

Pada poster di atas, dari DrJockers.com, disebutkan Bagaimana Intermittent Fasting bisa membantu Anda hidup lebih lama dan lebih sehat, pada dasarnya sama dengan poster yang telah saya post sebelumnya.

Fasting 24 Hrs

Selain itu Puasa lebih dari 24 jam mendorong tubuh menghasilkan Growth Hormone hingga 2000% (DUA RIBU PERSEN) !!!!. Apa profit Growth Hormone:

  1. Menstimulasi pembakaran lemak
  2. Meningkatkan perkembangan otot
  3. Meningkatkan densitas tulang
  4. Mengurangi inflamasi
  5. Meningkatkan koordinasi Imunitas Tubuh (perlu dokter yg menjelaskan 😃)
  6. Meningkatkan produksi Collagen untuk kesehatan kulit, kuku dan sendi2..

Gila kan????

Fiuhhhh…. masih ada nihhhhh effek dari Intermittent Fasting di bawah ini, baca dan terjemahkan sendiri yaaaa… usaha dikit lahhh… bwakakakak…

Effect of IF

Apa iya sih sehebat itu?

Rasanya terlalu berlebihan ya?

Saya bukan orang yang gampang percaya, oleh sebab itu juga saya tidak buru2 memposting tulisan saya ini. Ketika saya membaca dan melihat video2nya, duhhhh tangan rasanya sudah gatal banget mau ngetik untuk teriak2 biar semua tahu. Tapi apa iya sihhhh? Saya harus menjalaninya dulu, bukan sehari dua… tapi setahunnn…

Saya jalani dan saya rasakan, mulai dari IF, PF hingga gaya hidup OMAD… dan sebagian daripadanya saya rasakan secara fisik…

Pada tulisan ini saya tidak bermaksud membahas satu persatu rewards Fasting di atas, karena sebagian tidak bisa kita rasakan secara fisik, atau mungkin juga baru kita rasakan dalam jangka panjanng. Saya harap pembaca juga berkenan mengexplore sendiri di online lebih dalam, dan kemudian menyimpulkan sendiri. Karena kalau tidak, nanti tulisan saya ini bisa menjadi seperti jurnal medis / ilmiah 😃.

Sekali lagi, pelajari, explore dan coba… Setelahnya, saya mohon sudilah kiranya pembaca menuliskan pengalaman pembaca di komentar di bawah ini, supaya semakin banyak yang boleh mengalaminya.

Akan tetapi… saya yakin pembaca lebih tertarik membaca apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, bagaimana saya menjalaninya bukan? Jadi bukan hanya teori tok, tetapi praktek.

Namun sebelum saya lanjut membahas lebih element lagi, ada satu profit Fasting yang akan saya ulas secara khusus. Effect Fasting satu ini sampai membawa seorang peneliti dari Jepang memperoleh hadiah Nobel, tuhhh luar biasa kan?

Effect Fasting ini adalah Autophagy… Autophagy ini yang meyakinkan saya bahwa Fasting bukan hanya isapan jempol belaka.

Apakah Autophagy itu? Yukk kita lanjut 2.11 Miracles of Fasting: Autophagy

Salam,

Guntur Gozali,

https://www.gunturgozali.com

Jakarta, Kebon Jeruk,

Selasa, seven Juli 2020, 18:00

***000ooo000***

Pricey Pembaca terkasih, 

Terima kasih telah bersedia membaca postingan saya di atas. Saya sangat berharap pembaca bersedia menuliskan komentar, komentar apapun juga, atau hanya  sekedar LIKE. Komentar pembaca penting buat saya untuk meningkatkan kwalitas tulisan saya, dan akan sangat menguatkan bagi pembaca2 lain. Mari kita saling berbagi agar semakin banyak teman2 lain yang bisa mengalami hidup sehat dan panjang umur…

***000ooo000***

Next Post

Top 5 Bagpipe Podcasts You Must Follow in 2020

1. Piper’s Dojo Audio Encounter Albany, New York, United States About Podcast The Dojo engages countless numbers of bagpipers all over the globe, by harnessing the electrical power of the online to assist link all those in the environment who share a distinct passion enriching one’s daily life through bagpipes. […]

Subscribe US Now